banner 728x250

Presiden Jokowi Kunjungi Pos Yandu Terintegrasi RW 02 RPTRA Taman Sawo, Keb. Baru Jaskel

Presiden Joko Widodo didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menko PMK Muhadjir Effendi saat mengunjungi pos layanan terpadu (Posyandu) Terintegrasi RW 02 RPTRA Taman Sawo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dalam rangka penimbangan bayi lima tahun (Balita). Selasa(11/6).

JAKARTA, KONTRASNEW.com – Presiden Joko Widodo didampingi Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menko PMK Muhadjir Effendi mengunjungi pos layanan terpadu (Posyandu) Terintegrasi RW 02 RPTRA Taman Sawo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dalam rangka penimbangan bayi lima tahun (Balita). Selasa(11/6).

Sebelum kunjungan ke Posyandu Terintegrasi RW 02 RPTRA Taman Sawo, dihari yang sama sudah terlebih dahulu mengunjungi posyandu di wilayah Kota Bogor.

Menurut Jokowi, kunjungan yang dilakukan ke posyandu di Kota Bogor dan Kota Administrasi Jakarta Selatan merupakan rangka Bulan Penimbangan Balita yang dilaksanakan serentak di seluruh Tanah Air untuk melihat capaian penurunan stunting.

“Kita melakukan peninjauan di Bogor maupun di Jakarta dalam rangka Bulan Penimbangan Balita yang dilaksanakan serentak di seluruh Tanah Air di 338.000 posyandu yang ada. Ini dalam rangka apa? Stunting anak. Stunting menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan Indonesia,” ungkap presiden.

Ia pun  menyampaikan, pada tahun 2024, pemerintah menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen, adapun di tahun 2023, angka stunting masih berada di kisaran 21,5 persen.

“Memang kemarin (tahun 2023 dibanding tahun 2022) turunnya hanya kecil 0,1 (persen), tapi apa pun kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh daerah, oleh posyandu harus kita hargai,”  ujar Jokowi.

Jokowi juga tidak memungkiri, target penurunan stunting 14 persen itu merupakan target yang ambisius. “Ini ambisius banget tapi memang kita harus bekerja keras mencapai target. Nah, nanti akhir tahun kita lihat berapa (capaiannya),” ujar kepala Negara.

Target itu menurutnya, dibuat agar pembuat kebijakan termasuk stakeholders terkait bekerja keras untuk menurunkannya.

 

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *