banner 728x250

Sholat Idul Adha Di Kali Pepe Land, Puspo Wardoyo : Napak Tilas Keluarga Nabi Ibrahim

Puspo Wardoyo, ditengah-tengah ribuan jamaah Sholat Idul Adha di Kalipepe Land.

BOYOLALI, KONTRASNEW.com – Sejak pagi ribuan umat Islam yang ingin menjalankan ibadah sholat Idul Adha 1445 H di Kali Pepe Land, nampak berbondong-bondong  menuju area open air yang berada bagian disudut  tempat wisata tersebut. Para jamaah tersebut masing-masing membawa anak, isteri/suami maupun keluarganya. “Hal ini agar terjalin antara kami dan warga disini dalam silaturahmi dan komunikasi yang baik” ujar Puspo Wardoyo, owner Ayam Bakar Wong Solo Group kepada sejumlah wartawan, seusai menjalankan ibadah Sholat Idul Adha

Selanjutnya Puspo mengatakan, ini sebenarnya suatu napak tilas dari keteladanan keluarga poligami Nabi Ibrahim AS. Disana waktu itu terjadi banyak pengorbanan, ketakutandan siap menghadapi kehilangan segalanya. “Jadi, kami napak tilas dan mengingatkan supaya kita semua bisa meneladani poligami keluarga Nabi Ibrahim” tandasnya sembari menambahkan, bahwa selanjutnya disini akan ada kegiatan-kegitan Islami, sepert i dahwah-dakwah diperkampungan dengan mengundang tokoh-tokoh untuk menggelar acara disini.

Ribuan jemaah itu bukan hanya menjalankan Sholat Idul Adha semata, tetapi dijamu oleh pihak Kali Pepe Land, dengan makan pagi dan dipersilahkan memilih menu yang disediakan, bebagai jenis dorr praiz disediakan, juga pulangnya masing-masing membawa daging korban yang sudah dibungkus plastik. Sementara itu imam dan khotib dilakukan oleh Ustadz Nur Aziz dari Semarang. “Jadi berkorban daging sapi atau kambing itu, bertujuan untuk menguji ketakwaan manusia” papar Nur Aziz dalam khobahnya, pada Senin (17/6/2024) di Kalipepe Land, kawasan Gagak Sipat, Boyolali

Lebih jauh dikatakan Nur Aziz, bahwa korban itu merupan sebuah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, karena atas rahmatnya manusia telah diberikan nikmat yang sangat banyak. Jika, manusia akan menghitung-hitung nikmat Allah SWT, niscaya tidak akan pernah terhitung.”Dari diri kita saja kalau kita hitung-hitung, oksigen yang kita hirup itu berapa kalau kita rupiahkan. Maka dari itu nikmat dari Allah SWT itu sangat luar biasa dan begitu besar. Sehingga korban ini, sebagai indikasi kesholehan seseorang, Islam mengajarkan kesholehan itu bukan hanya secara personal, tetapi juga secara sosial” ungkapnya.

 

(Hong)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *