banner 728x250

Awal Masuk Sekolah, Walikota Jaksel Kunjungi SMKN 57 Jakarta

Wali Kota Jakarta Selatan saat menyapa salah satu siswa.

JAKARTA, KONTRASNEW.com, – Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo meninjau sekaligus menjadi Pembina Upacara pelaksanaan Hari Pertama Sekolah (HPS) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 57 Jakarta, Kecamatan Pasar Minggu, Senin (13/7).

Syafrin mengatakan, tujuannya dilakukan kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan MPLS bagi para peserta didik baru berlangsung dengan aman dan nyaman, serta ingin memastikan tidak ada kekerasan, perundungan (bullying), perpeloncoan, maupun diskriminasi, demi mewujudkan visi besar pendidikan yakni Sekolah Nyaman, Rumah Siswa Tumbuh Sehat dan Berdaya.

“Hari ini adalah awal dari sebuah petualangan baru, langkah pertama untuk mengenal lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia,” ungkap Syafrin.

Ia menambahkan, saat ini Jakarta terus bertransformasi menjadi kota global dan berbudaya, sektor pendidikan memegang tanggung jawab besar untuk menyiapkan SDM yang tidak hanya berdaya saing dan adaptif, tetapi juga tetap berbudi pekerti luhur. Budaya bersih harus menjadi bagian dari identitas tersebut.

“Pesan saya, kepada para Kepala Sekolah, jadilah pemimpin instruksional yang suportif. Kepada para guru dan panitia, jadikan seluruh rangkaian MPLS ini sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat belajar, karakter positif, serta rasa cinta murid terhadap sekolahnya,” katanya berharap.

Sementara itu, Kepala SMKN 57 Jakarta, Rina Mulyati menjelaskan, pada tahun ajaran 2026/2027, SMK Negeri 57 Jakarta menyelenggarakan MPLS untuk 360 siswa, dengan jumlah siswa di setiap kelasnya sebanyak 36 orang.

Rina menyampaikan, di SMKN 57 Jakarta terdapat tiga konsentrasi keahlian, yaitu Perhotelan, Usaha Layanan Wisata, dan Kuliner. P

Rina melanjutkan, pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari. “Seluruh jadwalnya telah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), namun pihak sekolah menyesuaikannya kembali karena terdapat materi utama dan materi pilihan,” paparnya.

“Jadi, di samping materi yang diberikan oleh guru-guru di sekolah, kami juga mengundang pihak industri sebagai narasumber, serta instansi lainnya terkait dengan pengolahan dan pemilahan sampah,” ujarnya.

Rina pun berharap, semoga saja MPLS ini berjalan lancar dan memberikan kesan baik bagi peserta didik.

 

Indra