banner 728x250

Pemkab Bandung Terus Upayakan Penyelesaian Masalah Sampah

BANDUNG, KONTRASNEW.com – Volume sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.800 ton per hari, namun baru sekitar 620 ton yang dapat tertangani. Sisa sampah yang belum terkelola memicu penumpukan, munculnya TPS liar, hingga hambatan kapasitas pembuangan akhir yang menuntut akselerasi pengolahan dari hulu ke hilir.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung benar-benar fokus pada penyelesaian masalah sampah yang ada saat ini. Beberapa langkah penanganan dan solusinya adalah penguatan dari hulu:yakni mendorong pemilahan sampah mandiri di tingkat rumah tangga serta optimalisasi TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) di desa-desa.

Kemudian Optimalisasi Fasilitas Lokal yaitu memaksimalkan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Cicukang dan rencana pengembangan infrastruktur pengolahan baru.

Serta Proyek Regional yang mengandalkan sinergi pembangunan fasilitas pengolahan skala regional seperti TPPAS Legok Nangka untuk mengurai krisis jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Bandung sangat mendorong optimalisasi pengelolaan TPS3R yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung. Dan ternyata TPS3R dibeberapa desa bisa menuntaskan permasalahan sampah di skala desa.

Seperti yang disampaikan Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh disetiap lapisan masyarakat. Selain itu ia pun mengatakan saat ini masih membuka peluang pembangunan tempat pengolahan sampah di Kabupaten Bandung. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunaninsinerator.

Ada kemungkinan jika Danantara sekarang di Sarimukti membuat insinerator, maka di Kabupaten Bandung kita akan buat. Kalau misalkan Kementerian LH tidak respons, maka tadi saya dapat tawaran dari Pak Sekjen Kemendagri akan membuat pengolahan sampah khusus untuk Kabupaten Bandung saja yang minimal kapasitas 600 ton per hari. Nah, ini kan suatu solusi,” pungkasnya.

 

eryanto