banner 728x250

Budi Arie Klarifikasi Soal Video Percepatan Pemilu 

Budi Ari Setiadi (kiri) dan Rhesa Yoga.

JAKARTA, KONTRASNEW.com – Ketua Pro Jokowi (Projo) mengklarifikasi peryataan video yang viral soal isu percepatan Pemilu sebelum tahun 2029.

Budi Arie secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa wacana itu murni merupakan analisis politik pribadinya dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan sikap atau pandangan Jokowi.

“Ucapan insting saya pemilu lebih dari 2029 adalah pendapat personal,” ujar Budi didampingi Ketua Baramuda 08 Rhesa Yoga, Jumat (28/8) saat konferensi pers di salah satu cafe di bilangan Kemang Timur, Jakarta.

“Kalau analisis ada kemungkinan biasa 2029, tapi kok ada analisis lebih cepat? Tidak perlu ditarik, biar saja waktu membuktikan itu. Saya tidak meralat pernyataan saya, saya cuma bilang bahwa kita itu bisa diperbaiki,” paparnya.

Budi pun menjelaskan analisis politik berbeda dengan kehendak atau kemauan politik.

Ia pun melanjutkan, pernyataannya muncul dari pengamatan terhadap dinamika masyarakat, termasuk perkembangan gerakan mahasiswa dan berbagai aspirasi yang berkembang di ruang publik.

“Kalau kehendak politik, kemauan politik, sama analisis politik, dua hal yang beda,” ujarnya.

Budi Arie mengatakan pembicaraan mengenai kemungkinan perubahan jadwal pemilu harus ditempatkan dalam koridor demokrasi dan konstitusi. Ia menegaskan tidak bermaksud mendorong pihak tertentu untuk mempercepat pemilu.

Budi pun mengatakan bahwa cuma bilang ini kalau dinamika ini harus ditata dengan baik, dinamika masyarakat yang terjadinya harus dikelola dengan baik.

Mantan Menteri Koperasi inj pun mengatakan, Indonesia memiliki pengalaman perubahan politik pada masa lalu yang perlu menjadi bahan pembelajaran dalam membaca dinamika politik saat ini.

“Kalau soal pemilu dipercepat atau pemilu sesuai jadwalnya, lebih bagus. Dan kita memang sepakat dengan dasar reformasi kita bahwa pemilu lima tahun sekali,” kata Budi.

Budi mengingatkan pengalaman perubahan politik pada 1997 hingga 1999 perlu menjadi pertimbangan agar dinamika politik saat ini dihadapi secara cermat.

“Saya cuma mengingatkan kepada kawan-kawan semua, kita pernah punya pengalaman,  Tahun 97-99, sehingga kita harus waspada, harus mengantisipasi ini dengan cermat dan dingin,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas demokrasi sekaligus memastikan seluruh dinamika politik diselesaikan berdasarkan aturan konstitusional.

Ia siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi atas kegaduhan yang timbul

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Baramuda 08 Rhesa Yoga mengatakan pihaknya sempat berkomunikasi dengan Budi Arie setelah video pernyataan tersebut ramai diperbincangkan untuk memberikan klarifikasi kepada publik.

“Pada saat itu saya tidak ada di tempat. Jadi karena kemelut vira videol potongan itu, maka dari itu kita segera mengkonter ke publik juga. Kami ingatkan juga Pak Budi pada saat itu untuk berhati-hati,” ujar Rhesa.

Rhesa pun mengatakan bahwa ” Baramuda 08 ” mendampingi Budi Arie dalam memberikan penjelasan agar konteks pernyataan tersebut dapat dipahami secara lengkap.

 

Indra