SUKOHARJO, KONTRASNEW.com – Bagi para penghoby makanan khas Sunda, nasi timbel bukan lagi asing baginy , apalagi untuk orang asal Jawa Barat. Kini makanan itu sudah hadir di Sukoharjo tepatnya, dikawasan pertokoan, perumahan yang berlokasi di Solo Baru, Sukoharjo, maka dari itu Mang Uha yang asli Sukabumi,Jawa Barat, la ntas membuka warungnya disana. ““Kami ingin memanjakan lidah pelanggan Nasi Timbel, dengan bumbu khasnya yang mengundang selera makan ini” ujar AA Roni, keponakan Mang Uha
Menurutnya, sekarang ini banyak orang yang suka kuliner dengan sensasi makanan khas Sunda, maka dari itulah lantas dibuka rumah makan Nasi Timbel ini, untuk lebih menarik sajian Nasi Timbel tersebut dilengkapi dengan berbagai pilihan menu pendampingnya, seperti sayur asem, jambal, karedok, lalap lengkap, sabel dan masih ada beberapa lagi yang tidak bisa disebutkab satu persatu disini. “Dengan penyajian pilihan menu makanan tersebut, tentu saja akan lebih mengundang selera makan pelnggan” tambahnya
Nasi Timbel Mang Uha ini bukan muncul begitu saja, namun memiliki sejarah tersendiri bagi Mang Uha, yang berawal dari kenangan masa kecilnya waktu masih tinggal dengan orang tuanya di Sukabumi, Jawa Barat. Ia sejak kecil sudah terbiasa membantu menyiapkan nasi timbel untuk kedua orang tua yang bekerja di ladang. “Setiap pagi kami menyiapkan Nasi Timbel yang dibungkus dengan daun daun pisang, lengkap dengan lauk sederhana, lalapan, dan sambal sebagai bekal orang tua kami bekerja di ladang” katanya
Dari kebiasaanya itu, maka menjadi keterusan dan rasa Nasi Timbel masakan Mang Uha Itu lain daripada yang biasanya, karena bumbunya yang khas. Dari kebiasaan itulah yang menumbuhkan kecintaan saya terhadap kuliner khas Sunda ini. “Kami ingin melestarikan cita rasa yang sudah menjadi bagian dari kehidupan yang digelutinya mulai masih kecil. Berbekal tekad tersebut, saya membuka Nasi Timbel Mang Uha di Jakarta pada tahun 2009” Sela Mang Uha .
Pelajaran Berharga
Dalam perjalanan usahanya tersebut, cukup menjajikan, tetapi terpaksa harus berhenti, karena rekan kerjasamanya kurang terbuka, sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Saat itu tentu berat. “Namun saya percaya setiap kegagalan selalu membawa pelajaran yang berharga. Saya kemudian memanfaatkan waktu untuk belajar lebih banyak tentang bisnis, mulai dari manajemen operasional, pengelolaan dapur, penataan area persiapan, penggunaan peralatan, hingga pengelolaan keuangan” tandasnya
Begitu juga terus memperluas relasi dan belajar dari banyak pelaku usaha, agar suatu hari bisa membangun usaha ini kembali dengan lebih baik. Sesuai belajar itulah membawa Mang Uha sampai di Solo. Disana Ia bertemu dengan salah satu pelanggan Nasi Timbelnya, yakni Teh Nia ketika masih di Jakarta. “Teh Nia itu, perempuan asal Sukabumi yang pernah merantau dan berkarier di Jakarta sebelum akhirnya hijrah ke Solo bersama suaminya untuk membangun kehidupan yang baru. Dari situlah, kami mendirikan rumah makan Nasi Timbel di Solo Baru ini” katanya
Melihat perkembangan kawasan di Solo Baru itu begitu pesat, Teh Nia, percaya kawasan ini memiliki potensi besar untuk menghadirkan kuliner khas Sunda. Menurutnya, masyarakat Solo Raya sangat terbuka terhadap kuliner Nusantara, sementara pilihan masakan Sunda yang autentik masih belum banyak tersedia. “Ya, Teh Nia ini, salah satu orang yang kembali membuat saya percaya, mimpi ini masih layak diperjuangkan. Dia yang membantu mencarikan lokasi usaha di Solo Baruini, mendampingi proses perizinan dan sebagainya” jelasnya
Bahkan memperkenalkan dan mempromosikan Nasi Timbel Mang Uha kepada masyarakat, hingga memberikan dukungan permodalan agar usaha ini bisa berdiri kembali. Mang Uha kesempatan ini bukan sekadar membuka rumah makan baru, tetapi kesempatan untuk memulai kembali dengan pengalaman yang lebih matang dan semangat yang lebih besar. “Kami tetap mempertahankan cita rasa autentik Sukabumi. Nasi pulen dibungkus daun pisang, sehingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera” pungkasnya.
Hong

















