JAKARTA, KONTRASNEW.com – Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin menghadiri Purnabakti FKP Jakarta Selatan Periode 2021-2026, di Ruang Antasari Kantor Walikota Jakarta Selatan,
Dalam kesempatan itu, Pmerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Selatan Periode 2021-2026 atas dedikasi dan kontribusinya menjaga kerukunan serta keamanan wilayah di Jakarta Selatan.
Pada sambutannya, Wakil Walikota Firmanuddin mengatakan, Jakarta Selatan merupakan wilayah yang sangat beragam, baik dari sisi suku, budaya, agama, maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut merupakan sebuah kekuatan yang harus terus dirawat dan FPK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat pembauran kebangsaan dan menumbuhkan sikap saling menghormati.
“Berbagai upaya yang dilakukan dalam membangun komunikasi serta memperkuat hubungan antar unsur masyarakat telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga kerukunan di Jakarta Selatan,” ujar Firmanuddin.
Dirmanuddin berharap, pengalaman, jejaring, dan semangat kebersamaan yang telah dibangun selama lima tahun terakhir dapat terus disebarkan kepada masyarakat luas. Para pengurus diharapkan tetap menjadi teladan serta bagian penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan masing-masing.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus FKP Jakarta Selatan periode 2021-2026 atas waktu, pemikiran dan kontribusi yang telah diberikan. Mari kita terus menjaga Jakarta Selatan sebagai rumah bersama yang aman, damai, rukun dan menjunjung tinggi semangat persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua FPK Jakarta Selatan, Fahmi Assegaf, menyebut, FPK bukanlah sekadar sebuah forum, di tengah keberagaman Jakarta Selatan, FPK memiliki tanggung jawab menjaga agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda, berbeda suku, berbeda budaya, berbeda agama, berbeda organisasi, berbeda pengalaman, bahkan mungkin berbeda cara pandang. Tetapi selama lima tahun ini kita belajar satu hal perbedaan tidak selalu harus diseragamkan, perbedaan justru harus dipertemukan, dan di situlah makna pembaruan,” paparnya mengakhiri.
Indra

















