banner 728x250

Wali Kota Jaksel: Revitalisasi PD Pasar Minggu Perlu Segera Dilakukan

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Lupito saat meninjau lokbin PD Pasar jaya, Pasar Kota Pasar Minggu.

JAKARTA, KONTRASNEW.com – Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, meninjau Lokasi Binaan (Lokbin) dan PD Pasar Jaya, Pasar Kota Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/7).

Peninjauan tersebut sebagai upaya mendukung Kelurahan Pasar Minggu dalam Lomba Kelurahan Tingkat Nasional.

Pada kesempatan itu, Syafrin mengatakan, terkait hasil peninjauan, kondisi pasar sudah sangat mendesak untuk segera dilakukan revitalisasi. “Demikian pula halnya dengan Lokbin untuk UMKM, yang juga harus dilakukan penataan secara kawasan agar menjadi satu kesatuan yang terintegrasi secara lingkungan,” ungkapnya.

“Jadi, kita tidak hanya melihat dari sisi PD Pasar Jaya atau lokasi binaan UMKM secara terpisah, tetapi secara keseluruhan harus diintegrasikan, supaya aktivitas pedagang dan pembeli lebih mudah,” ujarnya.

Wali Kota Jakarta Selatan juga menuturkan, terkait revitalisasi, pihaknya sudah berdiskusi dengan pengelola pasar, bahwa saat ini prosesnya sudah dalam tahap nota kesepahaman (MoU) dan berharap setelah MoU selesai, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana secara komprehensif.

Kemudian, dia melanjutkan, terkait Lokbin, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) untuk melakukan penataan terhadap lokasi binaan, baik itu untuk pasar basah, pasar kering, pasar kuliner, maupun lokasi parkir.

“Tujuannya agar masyarakat yang berkunjung ke Lokbin mendapatkan pengalaman yang baik dan nyaman dalam bermobilitas. Dengan begitu, akan muncul keinginan dari warga untuk langsung menuju ke dalam pasar dan tidak lagi berbelanja di trotoar yang saat ini dikuasai oleh PKL,” bebernya.

Wali Kota Syafrin menjelaskan, lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sekitar area Lokbin, saat ini memang posisinya kurang tepat karena berada tepat di bagian depan kawasan.

“Sebab, volume sampah di TPS itu rata-rata mencapai 40 hingga 45 ton per hari yang menyebabkan bau menyengat,” ujarnya.

Ia mengatakan, TPS itu, perlu dilakukan relokasi, kami akan menyusun perencanaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memindahkan lokasi TPS tersebut ke bagian belakang Lokbin. Dengan demikian, diharapkan hanya pelaku UMKM setempat yang membuang sampah di sana.

Wali Kota juga mengapresiasi PD Pasar Jaya yang sudah menyediakan teba modern berkapasitas sekitar 6-8 ton per hari, sehingga volume sampah di TPS sekitar pasar dapat berkurang secara siginifikan.

“Pengelolaan di sini sudah cukup baik karena pemisahan sampah dilakukan sejak awal. Sampah yang masuk ke teba modern adalah sampah organik, sedangkan sampah non-organik dan residu dibawa ke lokasi lain untuk pemilahan lebih lanjut,” paparnya.

 

Indra