banner 728x250

GKR Wandansari : Nyata ! Perhatian Puspo Wardoyo Terhadap Pelestarian Budaya Kraton Surakarta

Gusti Moeng Didampingi KPH Eddy Wirabumi saat memberikan keterangan kepada wartawan.

SOLO, KONTRASNEW.com – Perhatian dan atau apresiasi yang diberikan H. Puspo Wardoyo, pengusaha kuliner sekaligus owner distinasi wisata Kalipepe Land terhadap pelestarian kebudayaan, khususnya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, memang nyata. Hal ini diakui dan mendapatkan sanjungan serta ucapan terima kasih dari salah satu tokoh sentral keraton, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari . “Kami atas nama Kraton Surakarta mengucapakan rasa terima kasih kepadaan Pak Puspo yang selalu mendukung kraton” ungkapnya kepada waratawan

Gusti Moeng (panggilan akrab GKR Wandansari) didampingi suaminya KPH Eddy Wirabumi sambil menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada Puspo Wardoyo atas partisipasi dan perhatian yang telah diberikan saat upacara pemakaman SISKS Pakoe Bhoewono XIII baru-baru ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Puspo Wardoyo yang telah berpartisipasi dengan perhatiannya kepada keraton. Saat upacara pemakaman SISKS Pakoe Bhoewono XIII, sejumlah bantuan diberikan, seperti konsumsi dan juga untuk kendaraan,” ujarnya

Ungkapan tersebut disampaikan Gusti Moeng disela menyambut kerabat, tokoh dan masyarakat yang hadir di Keraton Kasunanan Surakarta. Beliau berharap amal dan pahala dari bantuan yanyang disampaikan Puspo Wardoyo diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kedekatan antara Puspo Wardoyo dan Keraton Surakarta diketahui sudah terjalin sejak lama. Puspo Wardoyo ternyata memiliki hubungan pertemanan semasa sekolah dengan dua saudara Ndalem.

Mereka itu KGPH Puger dan GPH Benowo, saat ketiganya menempuh pendidikan di SMA 4 Surakarta pada angkatan yang sama. Gusti Moeng menceritakan bahwa Puspo Wardoyo sering datang ke museum dan berinteraksi langsung di dalam keraton.

“Alhamdulillah malahan biar tahu situasinya Keraton seperti apa, juga bisa langsung berinteraksi dengan yang ada di Ndalem, bagaimana suka dukanya mereka ini mengabdi pada Keraton dan pastinya akan kelihatan di situ rasa pengabdian mereka itu kalau bisa langsung berinteraksi,” jelas Gusti Moeng.

Meskipun masa kecilnya dihabiskan di Solo, Puspo Wardoyo melanjutkan sekolah di Surabaya, sehingga beliau kembali berinteraksi dengan kerabat keraton setelah dewasa. Pada akhir pernyataannya, Gusti Moeng juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada banyak pihak lain yang sudah mengucapkan bela sungkawa dan perhatian atas mangkatnya Sinuhun Pakoe Bhoewono XIII untuk selama-lamanya.

 

(Hong)