SUKABUMI, KONTRASNEW.Com – Buntut dari pemberitaan KontraS di media cetaknya edisi 809 dengan judul “KETUA PKBM RAUDATUL AKBAR MENGAKU LAKUKAN PUNGLI UNTUK PEMERATAAN” Dodi yang di duga sebagai pelaku melakukan klarifikasi kesana sini mencari kebenaran, hal yang sangat naif bukan nya tobat malah mencoba mencari masalah baru,
Kronologi awal santer nya kasus tersebut waktu KontraS mencoba cari informasi mengenai adanya dugaan pengkondisian terhadap para ketua PKBM di wilayah 1 pelabuhan ratu,
Pak ketua gimana kondisi PKBM saat ini dan Dodi pun menjawab:
“Keuangan siganamah besok ayena mah moal, Nutup, Janji pada besok ayena rek ngambil, Saya mohon pengondusifan dilapangan kang, karena saat ini saya kepercaya jadi ketua korwil, jadi untuk segala sesuatu nya kita satu pintu saja, mudah mudahan besok bisa clear keuangan nya”
Nah dari jawaban yang di utarakan Dodi seolah dia yang mengatur segala nya,
Wartawan KONTRASNEW.Com mencoba konfirmasi dengan Deden selaku kepala dinas pendidikan kabupaten Sukabumi, namun beliau mengarahkan untuk konfirmasi ke Kabid Pnf Herdi S yang saat ini jadi pejabat PLT,dan beliau sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan oleh KONTRASNEW.Com,
Menurut sumber KontraS PKBM RAUDATUL AKBAR yang dikelola oleh Dodi yang mengaku sebagai ketua korwil kredibilitas nya juga patut di pertanyakan, PKBM tersebut mendapatkan BOSP paket B 21 orang paket C 90 orang, dari jumlah 111 orang paket B paket C ada gak siswa nya?
Sumber KontraS minta untuk mengevaluasi ada dan tidak nya warga belajar nya, pungkas sumber yang minta namanya tidak di sebutkan
(Deru)

















