JAKARTA, KONTRASNEW.Com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pam Jaya kembali menggelar program khitanan massal dalam rangka kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) tahunan. Ini merupakan penyelenggaraan keempat yang dilaksanakan rutin setiap bulan Juli, bertepatan dengan masa libur sekolah,Khitanan massal PAM Jaya diselenggarakan di Ruang Masjid Darul Jannah Administrasi Jakarta Selatan,dan acara tersebut dilaksanakan dari Tanggal 1 Dan 2 Juli 2026,Rabu (1/7/2026).
Kegiatan Khitanan Massal Gratis diselenggarakan PAM JAYA bersama Tim Penggerak PKK DKI Jakarta dan Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ) untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono, Ketua Dharma Wanita DKI Jakarta, Lisniawati Uus, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Ali Murthadho beserta jajarannya, Ketua Daya Wanita PAM JAYA, Lya Arief dan Pengurus Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ), Hetty Andika Perkasa.
Pada kesempatan itu, Ali Murthadho mengucapkan terima kasih kepada PAM JAYA yang telah berkolaborasi dengan wilayah kota lain, khususnya Jakarta Selatan, dalam kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan di lima wilayah kota.
Tahun ini, Pam Jaya menargetkan melayani sebanyak 2.000 anak dari seluruh wilayah Jakarta. Kegiatan yang sudah berlangsung sejak awal bulan ini kini memasuki hari kelima dan akan berakhir di wilayah Jakarta Pusat pada 8 Juli mendatang. Komitmen pelaksanaan program ini sudah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2023.
Perwakilan Pam Jaya menyatakan, pemilihan bulan Juli bukan tanpa alasan. “Kami memilih waktu libur sekolah agar pemulihan anak-anak berjalan lancar. Ini wujud kepedulian kami agar anak-anak di Jakarta tumbuh lebih sehat dan mendapatkan pelayanan yang layak,” ujarnya.
Pelaksanaan tahun ini bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK serta dukungan ibu-ibu Daya Wanita. Sebelumnya, kegiatan dilaksanakan mandiri oleh pihak perusahaan di lima wilayah administrasi Jakarta.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas di Jakarta Selatan. Dari target awal 500 anak, jumlah pendaftar melonjak menjadi 605 orang. “Kami memprioritaskan anak yang benar-benar membutuhkan dan belum dikhitan. Pendaftaran gratis dan terbuka, bahkan bagi yang belum menjadi pelanggan Pam Jaya sekalipun bisa mendaftar dan sekaligus menjadi pelanggan baru,” tambahnya.
Untuk keamanan dan kenyamanan, Pam Jaya menggunakan metode klip yang dinilai lebih unggul karena minim pendarahan dan rasa sakit. Metode ini didukung kerja sama dengan rumah sakit terpercaya sejak awal program digulirkan.
Ke depannya, Pam Jaya bertekad memperluas jangkauan manfaat. “Kami berharap tahun depan kuota peserta bisa ditambah lagi, agar semakin banyak anak Jakarta yang sehat dan terbantu,” pungkasnya.
(ik )

















