JAKARTA, KONTRASNEW.Com – Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025 resmi digelar di GOR Bulutangkis Tanah Abang, Jakarta, Senin, 29 September 2025. Kejuaraan Bulutangkis kali ini diikuti 192 peserta dari 42 media nasional di Zona Barat.
Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025 terselenggara berkat Bakti Olahraga Djarum Foundation ini sudah berlangsung selama 18 tahun. Event bulutangkis untuk para jurnalis ini terus berkembang dari tahun ke tahun dan kali ini panitia penyelenggara menyediakan hadiah total senilai Rp 135 Juta.
Bayu Suryanto secara resmi membuka kejuaraan yang dimulai sejak tahun 2007. Pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025 di Zona Barat dihadiri oleh Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Dariyadi sebagai Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025 Zona Barat dan wakil dari Bakti Olahraga Djarum Foundation Tri Wahono.
Seperti tahun sebelumnya Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025 dibagi 3 Zona yaitu Barat, Tengah dan Timur. Untuk Zona Barat digelar di GOR Bulutangkis Tanah Abang, Jakarta Pusat dari Senin 29 September hingga 1 Oktober 2025.
Usai pertandingan di Zona Barat , maka Kejuaraan Bulutangkis Antar Media diadakan di Zona Tengah yang diselenggarakan di GOR Polytron, Semarang, Jawa Tengah, 7-8 Oktober 2025, dan di Zona Timur yang digelar di GOR Marvell, Ngagel, Surabaya, Jawa Timur pada 15-16 Oktober 2025.
“Djarum Foundations ini tidak pernah putus membiayai kejuaraan bulutangkis nasional bahkan untuk kejuaraan bulutangkis antar Wartawan. Ini ajang yang tepat bagi teman teman untuk menyiapkan diri menghadapi Porwanas berikutnya. Mudah mudahan dari para pemain pilihan di kejuaraan ini bisa membawa pulang lagi medali emas dari ajang Porwanas,” kata Kesit Budi Handoyo.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Bulutangkis Antar Wartawan 2025, Daryadi mengungkapkan minat jurnalis untuk mengikuti turnamen khusus Media ini tetap tinggi. Tercatat ada 192 peserta yang mendaftarkan diri dalam even bulutabgkis tahunan kali ini. Itupun panitia sudah membatasi untuk setiap katagori maksimal hanya 32 pasangan sesuai drawing. Sisa pendaftaran pemain lainnya terpaksa ditutup karena keterbatasan waktu penyelenggaraan yang hanya 3 hari.
‘‘Peserta yang mendaftar datang silih berganti dan sekarang banyak muncul pemain baru atau wartawan baru. Jumlah medianya juga makin banyak tahun ini karena banyak bermunculan media online. Tercatat ada 42 Media dan 192 peserta,” kata Daryadi.
Sementara itu nomor yang dipertandingkan tahun ini adalah Nomor Ganda Putra. Daryadi yang juga komentator televisi ini menyampaikan, para peserta bakal dibagi menjadi tiga kelompok usia, yaitu usia 25-35 tahun, 36-45 tahun, dan 46 ke atas.
‘’Tiap kelompok menyediakan hadiah Rp 15 juta. Juara mendapat uang pembinaan Rp 7,5 juta, runner-up Rp 5 juta, dan peringkat ketiga Rp 2,5 juta,’’ ungkapnya.
Sehingga dari tiga katagori ini total hadiah untuk KBAM 2025 Rp 135 juta. Rangsangan ini, Menurut dia, diharapkan mampu memacu semangat para jurnalis untuk ikut serta.
Sedangkan untuk aturan dan perhitungan point tidak berbeda jauh dengan aturan tahun sebelumnya yaitu perhitungan angka World Badminton Federation. Pemilihan untuk nomor ganda putra juga didasari oleh sulitnya mencari pemain dalam satu Tim yang minimah harus berjumlah 9 orang pemain.
“Biasanya tahun ganjil untuk kejuaraan beregu, dan tahun genap untuk perorangan. Tetapi karena banyak yang berkurang pemainnya untuk main beregu, mereka sangat kesulitan, jadi kita adakan perorangan tahun ini. Banyak tim tim yang menghilang karena harus nenyediakan 9 pemain dalam 1 tim,” tutur Daryadi.
“Jika tahun depan mencapai 16 tim yang daftar, kita akan adakan nomor beregu,” tambah Daryadi.
Sementara itu Perwakilan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation Tri Wahono mengungkapkan tahun ini tidak ada Grand Final di Kudus seperti tahun lalu. Pemenang Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2025 hanya ditentukan di setiap Zone.
“Tahun ini belum ada rencana partai grand Final di Kudus seperti tahun sebelumnya. Kita pengennya ngajak teman teman semuanya untuk datang ke Kudus. Karena kita banyàk menyelenggarakan even even di Kudus. Kudus sebagai kota sportainmen jadi semakin banyak olahraga yang digelar di Kudus,” kata Bayu Suryanto. (lp / sigit )

















