DEPOK, KONTRASNEW.com – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengikuti audiensi bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin dan Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah di Kantor KemenP2MI, Selasa (13/01/2026).
Pada kesempatan tersebut Chandra mengatakan bahwa audiensi yang dilaksanakan guna menindaklanjuti rencana Universitas Indonesia membangun Migrant Center melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) terkait program penempatan pekerja migran.
“Kami menyambut baik dan siap mendukung langkah-langkah pemerintah pusat dalam hal ini KemenP2MI dan juga Universitas Indonesia (UI) untuk mengambil bagian dalam program penempatan pekerja migran Kota Depok,” ujar Chandra.
Hal tersebut disampaikan Migrant Center ini akan menjadi pusat pelatihan dan pemberdayaan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah mengungkapkan Migrant Center diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan khususnya lapangan pekerjaan dimana pekerja bisa bekerja di luar negeri.
Migrant Center dirancang untuk mencetak tenaga kerja yang kompetien dan tersertifikasi di bidang kesehatan (caregiver, perawat), hospitality (perhotelan, restoran), hingga teknik (engineering).
Migrant Center ini akan menyediakan pelatihan terstruktur untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar siap bekerja di luar negeri dengan kompetensi yang diakui.
Ia juga menginformasikan rencananya Migrant Center akan dilaunching pada 2 Februari mendatang. Nantinya program ini tidak hanya menyasar lulusan perguruan tinggi, tetapi juga merangkul lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).
“Untuk di Universitas Indonesia ini ada 2 level, yang pertama kerah putih karena mereka lulusan universitas yang memiliki kompetensi untuk mengisi segmen-segmen yang memiliki kompetensi sertifikasi. Yang kedua adalah yang lulusan SMK, jadi walaupun kita universitas, kita akan menerima lulusan SMK yang direkomendasikan dari Balai Latihan Kerja dan Pemda khususnya dari Depok untuk kita berikan training sehingga mereka bisa mendapatkan kompetensi sesuai yang dibutuhkan,” papar Prof. Heri Hermansyah.
Sementara itu, Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI, Dwi Setiawan Susanto mengatakan Migrant Center akan menjadi pusat informasi, pelatihan sertifikasi dan job matching yang memiliki kerjasama dengan berbagai negara seperti Eropa, Amerika, Jepang, Korea.
“Melalui dukungan dari P2MI hari ini kami integrasikan, kami perkuat kualifikasi, kita jaga kesinambungan kerjasama mulai dari penyiapan, pelatihan, sertifikasi, penempatan bahkan sampai reintegrasi ketika kembali ke Indonesia ini kita siapkan apakah menjadi entrepreneur ataukah menyiapkan diri untuk kembali ke negara tujuan tapi sudah upskilling,” ungkanya.
Indra

















