SURAKARTA, KONTRASNEW.com – Meal Ready to Eat (MRE) atau makanan siap saji, produk MakanKu milik H. Puspo Wardoyo dinilai menjadi salah satu terobosan penting dalam pelayanan haji Indonesia di Arab Saudi. Selain memudahkan distribusi konsumsi di tengah tingginya mobilitas jemaah, makanan siap saji juga membantu memastikan kebutuhan pangan jemaah tetap terpenuhi selama menjalankan rangkaian ibadah, terutama pada masa puncak haji.
Sehingga Pemanfaatan MRE semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya jumlah jemaah dan kompleksitas layanan haji setiap tahun. Produk makanan siap santap tersebut dinilai mampu menjawab berbagai tantangan distribusi konsumsi yang kerap muncul akibat kepadatan aktivitas jemaah maupun kondisi lapangan di Tanah Suci. Puspo Wardoyo yang juga owner PT Halalan Tayyiban (HATI) mengatakan, pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lebih baik dibandingkantahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah. “Kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Saudi berjalan sangat baik. Tahun ini saya melihat ada perubahan yang signifikan sehingga penyelenggaraan haji berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Puspo Wardoyo kepada sejumlah wartawan
Ia menilai berbagai pembangunan yang dilakukan Arab Saudi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina turut memberikan dampak positif terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, aspek pelayanan konsumsi juga menjadi salah satu sektor yang terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Menurut Puspo, makanan siap saji telah terbukti menjadi solusi efektif bagi jemaah haji reguler maupun saat pelaksanaan puncak ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Produk tersebut memberikan kemudahan karena dapat dibawa dan dikonsumsi kapan saja dan dimana saja tanpa harus bergantung pada jadwal distribusi makanan segar. Dijelaskan tidak sedikit jemaah yang memilih menghabiskan waktu beribadah di Masjidil Haram sejak pagi hingga malam hari. Dalam kondisi tersebut, akses terhadap makanan terkadang menjadi tantangan karena jarak hotel yang cukup jauh, kepadatan lalu lintas, hingga keterlambatan distribusi konsumsi.
Kalau membawa MRE, jemaah punya bekal dari rumah. Saat makanan hotel belum datang atau mereka tidak sempat kembali ke hotel karena macet dan cuaca panas, makanan siap saji bisa menjadi solusi. Keberadaan MRE membuat jemaah tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli makanan di sekitar area Masjidil Haram. Selain lebih praktis, makanan siap saji jugamemastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi selama menjalankan ibadah.
Konsep makanan siap saji telah digunakan dalam layanan haji Indonesia selama beberapa tahun terakhir dan menunjukkan hasil yang positif. Penggunaannya pun terus meningkat seiring kebutuhan layanan konsumsi yang semakin besar. “Penyelenggaraan haji tahun ini menurut saya termasuk yang paling sukses, terutama dari sisi pelayanan. Salah satu yang paling menonjol adalah layanan konsumsi. Kehadiran makanan siap saji atau MRE terbukti menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji,” kata Puspo Wardoyo.
(Hong)

















