BANDUNG, KONTRASNW.com – Dalam menanggulangi/mengantisipasi ketidaksesuaian antara pemikiran, harapan dan keingingan para peserta didik/murid yang selama ini makin maraknya gelombang unjuk rasa dan penyampaian aspirasi masyarakat dengan rencana dan program-program Pemerintah. Baru-baru ini peserta unjuk rasa banyak pula diikuti oleh kalangan pelajar yang masih duduk di bangku SLTA baik SMA maupun SMK yang tidak menutup kemungkinan mereka ini banyak yang hanya ikut-ikutan dengan mengesampingkan arah dan tujuan, terang Kepala Sekolah Smk Bina Wisata Lembang Dede Budiman.
Untuk mengatasi dan mengantisipasi hal tersebut tentunya diperlukan pengenalan/edukasi/ pendidikan politik dan demokrasi khususnya dikalangan pelajar, dimana mereka baru mengenal apa itu demokrasi dan politik dan bagaimanakah cara berorganisasi. Semua itu terjawab dengan sangat baik dan teraarah karena materi disajikan langsung oleh ahli dibidangnya yaitu dari Anggota Komisi I DPRD TK. 1 Provinsi Jawa Barat Ibu Tuti Turimiyanti, S.E, ujar Dede.
Ditengah-tengah kesibukannya Bu Tuti Turimiyanti, S.E. hadir ditengah-tengah kalangan pelajar di kampus SMK Bina Wisata Lembang dengan sambutan yang sangat antusias dan gembira dari para siswa/siswi dan guru-guru di SMK Bina Wisata.
Bu Tuti hadir di SMK Bina Wisata Lembang dengan begitu familiar, tegur sapa yang santun baik kepada guru maupun kepada siswa siswi demikian juga ketika menyampaikan materi Pendidikan Demokrasi dihadapan para pelajar, selain Pendidikan Demokrasi Bu Tuti juga menyampaikan dan memperkenalkan keberadaan, tugas pokok, fungsi, peranan DPRD dan keputusan-keputusan serta kebijakan-kebijakan Pemerintah yang telah dikeluarkan oleh DPRD TK.I. Provinsi Jawa Barat.
Sangat jelas dan terukur saat Bu Tuti mengedukasi siswa/siswi tentang pendidikan demokrasi yang memaparkan bahwa pendidikan demokrasi adalah proses pembelajaran yang menanamkan nilai kebebasan, kesetaraan, dan partisipasi agar masyarakat mampu berpikir kritis serta menghargai perbedaan.
Dimana kata beliau prinsip dasar Kebebasan Berpendapat: “…prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan politik, kebebasan intelektual dan kebebasan untuk berbeda pendapat merupakan prinsip yang harus dilaksanakan. Lalu Kesetaraan: Setiap warga atau siswa mendapat perlakuan dan hak yang sama dalam proses belajar maupun bermasyarakat. Dan Partisipasi Aktif: Mendorong warga negara untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar patuh pada aturan.
Setelah selesai materi pendidikan demokrasi, Bu Tuti mengadakan komunikasi 2 arah dimana para peserta dalam hal ini siswa siswi SMK Bina Wisata diberikan kesempatan baik untuk bertanya, memberikan saran/masukan bahkan meminta memberikan perintah kepadanya selaku pemangku kepentingan di dalam pemerintahan dalam hal ini DPRD Provinsi Jawa Barat dan Bu Tuti mengatakan bahwa dirinya adalah pelayan masyarakat yang mengemban amanah pada waktu pemilihan umum sehingga dirinya saat ini menjadi wakil rakyat, pungkas Dede.
(Eryanto)

















